Humas P3RS Pastikan Center Point Akan Bersih Prostitusi

LINGKARBEKASI.COM – Pasca penggrebekan Apartemen Center Point dalam kasus prostitusi yang di lakukan Polres Metro Bekasi Kota, bukan berarti penutup secara permanen aktifitas yang berada di dalamnya.

Humas Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun (P3RS) Center Point Bekasi, Aji Ali Sabana mengatakan, hunian apartemen yang seharusnya digunakan untuk tempat tinggal ataupun untuk bisnis, saat ini terdapat oknum penyewa yang melakukan penyalahgunaan unit.

Apartemen adalah menjadi salah satu tempat yang aman dan nyaman dalam praktek prostusi, bahkan dilansir harga yang relatif murah.

“Ini merupakan satu masalah yang sudah lama. Ini sudah di indikasi adalah lanjutan dari kasus razia prostitusi kalibata. Tadinya Apt Center Point tidak ramai, tapi pasca kasus kalibata mencuat, tidak selang lama, center point jadi ramai,” ungkap Aji Ali Sabana di Restoran Margajaya, Kamis (25/10/2018).

Menurutnya, dikarenakan tidak adanya tindakan tegas, maka kasus prostitusi terus marak dan bergulir di beberapa daerah. Ia mengatakan, sistem transaksi prostitusi yang di lakukan masih sama dengan cara online.

“Razia besar-besaran baru dilaksanakan kemarin, sebelumnya tidak ada. Penggrebekan kemarin saja, informasi 20 PSK di bebaskan, yang di tangkap hanya Mucikarinya saja, itupun Maminya belum ketangkapkan,” katanya.

Ia menyatakan, harus adanya tindakan tegas secara masiv dalam pengawasan penyalahgunaan unit apartemen, tujuannya untuk membrantas praktek prostitusi di unit apartemen.

Aji Ali Sabana tegaskan apartemen center point akan agendakan rutin razia secara berkala yang menjadi strateginya untuk membrantas praktek prostitusi yang sedang marak dalam penggunaan unit apartemen.

“Selain razia secara berkala, kita akan lakukan pengamanan secara ketat. Kita batasi akses masuk. Langkah pertama adalah akses masuk harus menggunakan KTP yang berfungsi meminimalisir salah satu tindakan yang menyimpang,” jelas Aji.

Aji selaku Humas P3RS akan bersinergi dengan beberapa pihak, salah satu di antaranya dari Kepolisian untuk tegas memberantas praktek Prostitusi yang berada di Kota Bekasi, terutama di apartemen Center Point yang belum lama ini terbongkar prakteknya.

“Walaupun tidak 100%, setidaknya praktek prostitusi di Kota Bekasi harus bersih mencapai 80%,” target Aji untuk brantas PSK.

Saat ditanya reporter terkait PSK yang terkena razia polisi lalu di pulangkan oleh pihak kepolisian, aji menyatakan sudah berkoordinasi dengan agent unit untuk kembali mendata ulang pengguna unit, dan bagi penghuni yang menyewa unit terbilang sebagai PSK dan sempat terjaring, maka penyewa tersebut di keluarkan, serta unit tersebut di blacklist. (hmz)