Javaleaf Harap Pemerintah Bekasi Kembangi Produksi Radio Kayu

LINGKARBEKASI.COM – Garuda Muda Javaleaf pernah menjadi pelopor kreatifitas untukproduksi radio kayu dan miniatur vespa, dengan memanfaatkan limbah kayu jatibelanda, limbah batok kelapa menjadi kreasi unik dan dijual mahal. 

Saat produksi kerajinan tangan kreatifitas Garuda Muda Javaleaf ini vakum dan saat ini hanya menerima pesanan langsung dari konsumen.

“Kreatifitas Garuda Muda, yang membuat berbagai kreatifitas seperti miniatur vespa, radio kobek atau radio kayu sudah vakum produksi dalam jumlah besar, tetapi masih terima pesanan saja,” kata leader Javaleaf Kota Bekasi, Mustafa, Selasa (13/11/2018).

Dikatakan, Javaleaf pernah sukses di Kota Bekasi, sebagai kreatifitas yang membuat Radio Kayu diberi nama radio Kobek, miniatur Vespa sebagai oleh-oleh khas Kota Bekasi, dan pernah memiliki gallery sendiri dibeberapa tempat. Tetapi sekarang berhenti produksi dalam jumlah besar dan hanya menerima orderan pesanan dengan jumlah tertentu.

Mustafa mengaku, vakumnya produksi dalam jumlah besar akibat harga bahan baku susah untuk didapat dan harga juga melambung tinggi. Disamping itu soal permodalan setelah mengalami kebangkrutan karena managemen Javaleaf yang belum mapan. 

“Kita ingin bangkit seperti dulu, dapat memproduksi Radio Kobek, miniatur Vespa dan lainnya. Tapi sekarang terkendala dengan modal. Akhirnya kami hanya mampu produksi jika ada pesanan,” ungkapnya berharap ada support modal dari Pemerintah.

Dikatakan, saat ini untuk produksi satu Radio Kayu, lengkap dengan bloototh biaya bahan bakunnya bisa mencapai Rp.250 ribu. Biaya tersebut  mencakupi MP3, kit, speaker 5 inc, belum kayu jati belanda bekas. Harga tersebut imbuhnya, belum jasa produksi sehingga saat ini dijual dengan harga Rp.400 ribu.

Sementara untuk miniatur vespa dengan memanfaatkan batok kelapa muda, dipadu dengankayu jati belanda. Untuk miniatur vespa kayu belanda dipakai untuk membuat ban dan aksesoris lainnya, kenapa batok kelapa muda karena mudah ditekuk.

“Miniatur vespa biasa dijual mulai dari Rp.50 ribu sampai Rp.100 ribu. Dan kami membuat jika ada pesanan minimal diatas 10 unit,”ujar Mustafa, mengaku semua peralatan produksi masih utuh.

Usaha kreatifitas tersebut sebelumnya memanfaatkan bahan dari sampah-sampahlimbah di Kota Bekasi, seperti limbah fiber, limbah kayu industri, limbah batokkelapa dari penjual sekitar Jalan Dewi Sartika yang ubah menjadi sesuatu yangunik seperti sekuter mini. Kreatifitas Garuda Muda yang berlokasi di RT 002 RW06, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur. Mustafa mengaku saat ini terkendaladengan limbah kayu jati belanda yang susah ditemukan karena harganya juga naik.

Reporter         : Hamzah Muhammad

Editor              : Diena Amalia