Ancol Jadi Tempat Calo Raup Keuntungan Besar

LINGKARBEKASI.COM – Para pengunjung tempat wisata Taman Impian Jaya Ancol, resah akibat maraknya aksi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum petugas.

Salah seorang pengunjung, Fani menuturkan, pungli dilakukan sejumlah orang yang mengaku warga sekitar. Mereka meraup keuntungan dengan cara menyewakan tempat dipinggir pantai kepada setiap pengunjung. Mereka akan mendapat keuntungan banyak saat hari minggu atau momen liburan panjang. Pungli yang dilakukan dengan cara menyewakan tempat yang dipatok Harga sebesar Rp 3,5 juta. Biaya tersebut belum termasuk sewa alas untuk tempat duduk bagi pengunjung.

“Kalau mau menggunakan tempat untuk duduk dilokasi pinggir pantai harus bayar Rp 3,5 juta. Ditambah uang sewa untuk tikar,” bebernya.

Pungli sewa tempat diluar biaya resmi, menurut dia bekerja sama dengan oknum pihak pengelola. Karena, biaya sewanya akan disetor kepada oknum pengelola.

“Mereka itu bekerjasama dengan oknum pengelola tempat wisata setempat. Jadi harganya tidak semata-mata mereka yang mematok,” tambahnya.

Senada, dikatakan Noldi, biaya masuk pengunjung rombongan maupun instansi ke tempat rekreasi pantai ini, mendapat potongan jika melalui oknum petugas.

“Kalau biaya masuk per orang sebesar Rp 25 ribu. Bisa kurang kalau melalui calo. Sedangkan kendaraan mobil dipatok Rp 25 ribu,” kata Noldi.

Dia menilai, Taman Impian Jaya Ancol saat ini dimanfaatkan oleh oknum yang bekerjasama dengan pengelola. Padahal, rekreasi keluarga yang dikelola secara terbuka (Tbk), sahamnya milik masyarakat yakni sebesar 10 persen, sejatinya tidak membebankan para pengunjung.

“Kalau memang sahamnya ini bersama, seharusnya pihak pengelola tidak membebankan masyarakat dong. Sekarang ini justru malah, pengelola menargetkan dengan cara membebani mayarakat. Dan akibatnya banyak bermunculan oknum yang ingin mengeruk keuntungan di lokasi, ” ungkapnya.

Dia berharap, pengelola tempat wisata ini menciptakan suasana aman dan menyesuaikan biaya sesuai kemampuan masyarakat serta mampu menertibkan oknum calo yang melakukan pungli. ”Kita berharap biaya masuk ke tempat wisata ancol ini tidak terlalu mahal. Dan menertibkan kegiatan pungli yang dilakukan sejumlah oknum calo,” tandasnya.

 

Reporter : Hamzah Muhammad

Editor      : Diena Amalia