Politisi Golkar : Pimpinan PDAM Tirta Patriot Kurang Piawai Urus Air Baku

Anggota DPRD Kota Bekasi asal partai Golkar, Dariyanto menyatakan pimpinan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot seharusnya melakukan komunikasi dengan pihak PJT II sebagai pengelola Kalimalang untuk kebutuhan pasokan air baku Tirta Patriot.

“Kalo PDAM TP bilang begitu, kesulitan pasokan air baku, kan udeh jelas yang punya siapa? PJT II bosnya siapa? tinggal dikomunikasikan saja, kan kita juga sama-sama bayar, atau apa perlu kita tutup itu air kalimalang sama seperti walikota menutup truk sampah Jakarta ke Bekasi?” ujarnya kepada lingkarbekasi usai menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Nias Sumatera Utara di Ruang Aspirasi Gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu, (4/9/2019).

Dariyanto mencontohkan sama halnya dengan persoalan sampah, Kota Bekasi juga punya hak sebagai pemilik tempat, begitu pula Kalimalang yang aliran sungainya melintasi wilayah jantung Kota Bekasi.

“Sekarang masyarakat komplain, alasannya kurang pasokan, ya cari solusinya, kalau perlu masyarakat do’a minta ujan tiap hari. Kalo saya menilai ini tergantung kepiawaian pimpinan perusahaan. Direktur PDAM Tirta Patriot harus piawai dalam menangani masalah ini. Lakukan komunikasi. Saya malah setuju ada masyarakat bertanya kekurangan air kok malah menggelar dialog publik, harusnya diundang juga pihak PJT II nya, percuma saja,” imbuhnya.

Menurut Dariyanto, solusi terbaik untuk masalah ini adalah menanyakan ke PJT II. “Ditanyakan ke PJT II adakah solusinya, karena yang punya air kan mereka. Oleh karenanya kita menuntut pimpinan PDAM Tirta Patriot untuk mencari inovatifnya, kita masih untung masih ada pasokan dari PJT II, coba lihat di daerah lain yang tidak punya,” pungkasnya. (dns)