Idealis Tapi Harus Realistis; Andai Jadi Anak Sultan

Tahun ini adalah tahun terakhirku menyandang gelar mahasiswa. Selama empat tahun gelar kemahaan telah melekat dengan idealismenya. Andai aku jadi anak sultan takan kulepas dulu. Akan kutambah 3-4 semester karena masih menikmati masa-masa menjadi mahasiswa.
Gelar mahasiswa aktivispun melekat padaku. Kubela orang-orang tertindas, bersuara atas ketidakadilan, melawan atas keotoriteran penguasa.

Namun hidup tidak hanya tentang idealis tapi harus realistis.
Dan tetap saja kapitalis selalu yang diprioritaskan. Apa yang diperjuangkan dengan penuh kesadaran. Tanpa pamrih menjadi slogan.

Membela penindasan dan patriarki, tapi diri sendiri masih ditindas urusan perut.