Kematian Pekerja Tingkok di Meikarta Harus diAutopsi !

Budiyanto meminta kepada Kapolres Bekasi agar kematian pekerja Tiongkok yang sudah membusuk jangan hanya dianggap kematian biasa, sebaiknya harus dilakukan autopsi.

Mewabahnya virus corona di China sudah sangat mengkhawatirkan Indonesia sehubungan dalam 5 tahun ini banyaknya pekerja asal Tiongkok yang menjadi pekerja project perusahaan China. Dan kebanyakan pekerja asal Tiongkok yang ada di Cikarang khususnya di Meikarta dicurigai tidak memilki data sesuai dengan sebenarnya, terbukti dengan besarnya proyek Meikarta yang sedang membangun 15 Tower tapi Data Pekerja Tiongkok hanya tercatat 7 orang sebagai Karyawan PT Mahkota Sentosa Utama dan 1 orang dari China Contruction.

“Saya berharap Kepolisian Bekasi memeriksa penyebab kematian Pekerja Tiongkok dan memastikan di autopsi agar mengetahui dengan jelas penyebab Kematiannya, khawatir akibat wabah corona, kan sangat membahayakan”, pintanya.

Selain itu juga, Budiyanto meminta untuk keselamatan bangsa dan negara Indonesia khususnya warga Cikarang Bekasi, pihak Imigrasi, Kepolisian, Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan harus kerja keras melakukan langkah2 strategis untuk memeriksa semua pekerja Tiongkok di Meikarta yang diperkirakan sebanyak 3000-an orang jangan sampai mereka menjadi biang masalah ketidaksehatan warga Bekasi.

“Logika sehatnya, dengan terungkapnya dalam forum diskusi di maxxbox lantai 2 Meikarta, secara terang bahwa seluruh pekerja project 15 Tower Meikarta yang diperkirakan sebanyak 3000 an tidak tercatat dalam dokumen Disnaker, tidak diketahui oleh imigrasi, terus mereka ini pekerja legal atau ilegal, kan aneh, kalau Lippo ini darahnya masih Merah Putih harusnya ambil langkah dong, periksa semua kesehatan pekerja Tiongkok dan kembalikan ke Tiongkok jika diduga terinfeksi corona dan tidak memilki dokumen yang sah masuk Indonesia”, tutupnya.