Ratusan UMKM Bekasi Naik Kelas, Ikuti Pelatihan Coaching Clinic

LINGKARBEKASI.COM – Rumah Kreatif Bekasi (RKB) yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda nomer 28, margahayu, kota Bekasi menyelenggarakan Pelatihan Coaching Clinic (PCC) selama 2 hari bagi wirausahawan UMKM pemula maupun mereka yang ingin menambah pengetahuan bisnis lebih lanjut agar naik kelas.

Wiranesia Inkubator memberikan pelatihan dan Coaching Clinic untuk pewira usaha disetiap kabupaten/kota di indonesia untuk mempersiapkan para pewirausaha dapat terlibat aktif membangun kewirausahaan sosial berbasis teknologi diwilayahnya dengan menjadi mentor dan coach wirausaha dan membantu perwakilan wirausaha wilayah.

Hadir sebagai pembicara dalam acara tersebut Coach Yanti sebagai Owner fashion brand Yanti S Fouri, coach Nina Praktisi Afiliasi, Auditor SNI dan Coach Rita, Owner Rita Collection (Craft), serta perwakilan dari dinas Tenaga Kerja dan Dinas Koperasi dan UKM kota Bekasi.

Di tempat yang sama, Kepala seksi Pembiayaan UMKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Herawan menyatakan kegiatan yang digagas wiranesia ini untuk meningkatkan kompetensi bagi para pelaku usaha UMKM di kota Bekasi agar memiliki kapasitas.

“Kegiatan ini sangat bagus sekali. Acara ini adalah menumbuhkan kompetensi dimana banyak pelaku pelaku usaha di Wiranesia ini yang bisa meningkatkan kapasitas pelaku usaha yang ada di kota Bekasi. Contoh bu Nina ini sangat luarbiasa menjelaskan dari A sampai Z bagaimana memulai star up hingga terakhir menjadi coaching,” ujarnya kepada lingkarbekasi.com, Selasa, (10/3/2020)

Kedepannya Herawan menginginkan wirausaha itu bukan hanya dari komunitas namun dari para pelaku usaha itu sendiri, tentunya itu akan lebih bagus, agar nantinya UMKM bisa naik kelas.

“Pertama, semangat kedepan para pelaku usaha diharapkan untuk membuat galeri galeri. Di beberapa kecamatan sudah membuat galeri galeri bagi para pelaku usaha, tinggal 6 kecamatan lagi akan melaksanakan kegiatan kerjasama konsinyasi antara pelaku usaha dengan pelaku UMKM lainnya,” ujarnya

Kedua, salah satu permasalahan pelaku usaha di kota bekasi adalah akses pasar. Kita akan tingkatkan lagi kemitraan kemitraan dengan pihak ketiga maupun stekholder lainnya yang peduli dengan UMKM.

Sementara itu dukungan korporasi dengan pelaku usaha UMKM, kata Herawan, hampir sebahagian besar dalam rangka peningkatan SDM, mulai dari perbankan, para pelaku usaha, bahkan akademisi selalu ikut serta meningkatkan SDM ataupun uji kemampuan di kota Bekasi.

“Respon masyarakat terhadap pelaku usaha UMKM sangat bagus, hanya saja kalau mau mensejajarkan dengan dunia luar dengan barang barang atau produk luar memang harus juga bersinergi dengan harga dan biaya diluar sana, sehingga nantinya bisa bersaing dengan produk produk luar,” pungkasnya. (dns)