Pantau PSBB, Ahmad Ushtuchri : Masih Ada Yang Belum Sadar Social Distancing dan Physical Distancing

Lingkarbekasi – Komisi 1 DPRD Kota Bekasi mulai melakukan pemantauan posko Check Point PSBB di beberapa titik pada Senin (11/5/2020). Selama pemantauan masih banyak warga yang kedapatan melanggar aturan PSBB saat berkendara.

“Komisi 1 kebagian pemantauan di Molek dan Cipayung, arah Lubang Buaya, Jakarta Timur. Di sana kita dapati pengendara tidak pakai masker dan helm. Ada yang disuruh putar balik oleh petugas dan ada yang langsung putar balik.
Masih ada saja warga yang belum menyadari pentingnya social distancing dan physical distancing. Termasuk memakai masker dan aturan berkendara,” jelas Anggota DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ushtuchri, Senin (11/5/2020).

Di posko check point tersebut beberapa hari lalu dilakukan tes. Dari 100 sample PCR, 2 orang dinyatakan positif, 1 warga Bekasi dan 1 warga kota Depok.

“Alhamdulillah sudah dilakukan penanganan,” lanjut politisi PKB tersebut.

Komisi 1 menyayangkan, karena pemberlakuan PSBB ini agak mengkhawatirkan.
“Umumnya masyarakat berkegiatan hampir normal. Terutama jam-jam menjelang buka puasa,” jelasnya.

Kendati demikian, dirinya mengapresiasi kesigapan 3 pilar, camat, TNI, Polri dan seluruh stakeholder terkait yang semangat melakukan tugasnya selama PSBB.

“Yang kita sayangkan Posko Pemantauan PSBB Pemda DKI Jakarta kosong. Hanya ada 4 petugas dan hanya cek thermo gun. Beda dengan posko Kota Bekasi dengan segala kesiapannya. Makanya kelihatan dari arah DKI ke Bekasi agak terhambat karena ketatnya penjagaan.
sebaliknya malah lebih lancar. Karena hanya 4 orang petugas dan pemeriksaan tidak sebaik dan seketat kota Bekasi,” ungkapnya.

Menurut keterangan petugas posko DKI, mereka ditugaskan setelah ada berita positif covid.

“Saya kira ini miris. Kota Bekasi lebih baik dan sigap dan perlu diapresiasi,” ucapnya.

meskipun ia menilai posko check point kota Bekasi lebih siap, tentunya masih ada saja kekurangan misalnya jadwal pemeriksaan yang hanya 2 kali dalam sehari, pagi sekitar jam 9 dan sore sekitar jam 3 sampai menjelang Magrib.

“hanya 2 kali sehari. Semoga ke depan bisa lebih ditingkatkan. Sehingga penjagaan lebih ketat,” imbuhnya.

Komisi 1 menyatakan pengecekan ini akan terus berlanjut sebagai tugas kedewanan.

“Saya kira kita semua perlu memberi masukan, sehingga PSBB ini berjalan baik sehingga berimbas memutus mata rantai covid. Kita harap kegiatan PSBB di bulan puasa ini juga bisa sukses baik di Bodebek maupun Jabar sehingga potensi penularan luar biasa tidak terjadi, misalnya momen mudik mudik,” terangnya.

Bagaimanapun, komisi 1 khawatir ada cluster baru sebagai akibat logis dari dilakukannya banyak tes. Namun pihaknya juga mengapresiasi.

“Semakin banyak tes semakin terpetakan alur penularan, sehingga kita bisa makin lebih baik dalam mengatasi dan mengantisipasi secara preventif dan kuratif,” tukasnya.

Ia berharap PSBB ini sukses dari segi penegakan aturan terutama dari aspek kesehatan dan pemerintah sukses menanggulangi dampak ekonomi akibat pandemi. (*)