Bambang Purwanto : Kebijakan New Normal Penting Dipahami Oleh Masyarakat

Radarcikarang – Anggota DPRD kota Bekasi dari Fraksi PKS, asal Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Bekasi Timur – Bekasi Selatan, H. Bambang Purwanto melaksanakan kegiatan Jaring Aspirasi Masyarakat, Reses II TA 2020 di Yayasan Binaul Ummah, Margahayu, Bekasi Timur, kota Bekasi, Selasa, (26/5/2020)

Reses II Tahun Anggaran 2020 yang berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 22, 26 dan 27 bulan Mei di masa pandemi Covid-19 serta tetap mengikuti aturan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan kontak langsung, menggunakan masker serta mencuci tangan.

Peserta Reses di saat pandemi Covid-19 juga diatur dengan jumlah maksimal 25 orang secara bergelombang untuk mengikuti kegiatan jaring aspirasi.

Dalam sambutannya politisi PKS ini selain mensosialisasikan terkait protokol kesehatan juga sosialisasi tentang kebijakan ‘New Normal’. Bambang menjelaskan hal ini penting dipahami oleh masyarakat.

Beberapa aspirasi warga yang sempat dilontarkan adalah terkait kondisi ‘New normal’ bagaimana wakil rakyat bisa mendorong pemerintah kota Bekasi untuk serius membangun ketahanan keluarga saat pandemi.

Kemudian bantuan sosial untuk masyarakat terdampak Covid-19 masih menjadi persoalan klasik, baik adanya data ganda maupun pendistribusian bansos yang kurang tepat sasaran.

Selain itu, anjloknya perekonomian di kota Bekasi akibat dampak Covid-19 ini mengharuskan masyarakat berpikir untuk kreatif dan inovatif. Oleh karena itu, kata Bambang umumnya masyarakat meminta PSBB tidak usah diperpanjang karena kurang efektif.

Namun kata Bambang, ada tiga poin yang perlu diperhatikan jika PSBB dihentikan. Pertama, pasca PSBB dilonggarkan, Pemkot harus membuat juklak dan juknis untuk seluruh sektor yang selama ini ditutup. Terutama bidang Pendidikan.

Kedua, bantuan stimulus untuk UMKM juga dipikirkan untuk usaha yang mendadak karena korban PHK.

Ketiga, adanya keringanan bagi siswa atau mahasiswa dalam hal pembayaran SPP. (red)