Muhammad Kamil: Kepedulian Pemuda bisa Dimaksimalkan Untuk Peduli Anak Yatim

Muhammad Kamil: Kepedulian Pemuda bisa Dimaksimalkan Untuk Peduli Anak Yatim

Lingkarbekasi  – Kota Bekasi – Ketua Gema Keadilan Kota Bekasi, Muhammad Kamil berpesan kepada anak yatim agar mereka tetap semangat dalam menjalani hidup meski tanpa kedua orang tua. Mereka harus mampu mewujudkan cita cita mulianya di masa depan, kata Kamil saat memberikan sambutan dan motivasi kepada anak yatim di acara buka puasa bersama Relawan Teladanku dan Jurnalis Filantropi, di RM Empal Gentong Mimide, Pekayon, Bekasi Selatan, Sabtu (8/5/2021)

“Alhamdulillah kami bisa hadir dan bersilaturrahim dengan anak anak yatim. Program dermawan berbagi makan Teladanku sangat baik untuk terus dilakukan. Diharapkan program ini juga bisa memberikan bantuan agar bisa mewujudkan cita cita mereka anak yatim. Pesan saya kepada seluruh pemuda di Indonesia terutama di kota Bekasi agar kepedulian kita bisa kita maksimalkan untuk anak anak yatim, sebagaimana dikatakan Rasul bahwa yang menyayangi anak yatim mereka akan dimuliakan oleh Allah,” ujarnya kepada lingkarbekasi.com

Acara bukber ini juga dimeriahlan dengan penampilan Yahya Edwar Hendrawan sengan kostum Badut Syari’ah yang mengisi acara buka puasa bersama yatim dengan gaya dakwah jenaka. Kehadirannya dinantikan anak anak karena gaya penyampaian dakwahnya yang penuh ceria dan jenaka melalui permaian edukasi games, sulap hingga pemberian hadiah.

“Saya mencoba memotivasi anak anak untuk mau datang ke majelis taklim untuk belajar mengaji dan menuntut ilmu agama serta mengurangi penggunaan gadget pada anak anak,” katanya

Terinspirasi dari Abu Nawas modern yang berdakwah dengan jenaka dan ceria, Badut Syariah perkenalkan sejak tahun 2010, kata Edwar

Sementara itu, Ketua Yayasan IGRA Ikatan Guru Raudlatul Athfal, Bekasi Selatan, Ai Komariyah berharap semoga silaturrahim ini bisa terus dilanjutkan. Pemerintah daerah juga harus hadir ditengah tengah mereka para yatim yang merupakan aset bangsa di masa depan.

“Yatim ini aset negara dan harapan kami akan sangat indah apabila pemerintah sangat konsen dan peduli bagi pendidikan mereka terlebih mereka sudah tidak punya ayah dan ibu. Untuk simpati pemerintah daerah menjadi motivasi bagi anak anak yatim,” ujarnya.

IGRA didirikan sejak tahun1994. Menurutnya di kecamatan Bekasi Selatan ada 24 Raudlatul Athfal yang membina anak yatim. Konsen IGRA sendiri, kata Ai, di bidang pendidikan yakni memberikan pendidikan gratis untuk yatim bahkan kini yatim binaanya sudah ada yang melanjutkan kuliah di Universitas Brawijaya.

Semoga, kata Ai, kegiatan buka puasa bersama hari ini dengan Teladanku dan Jufi menjadi keberkahan dan mudah mudahan di tahun depan bisa kembali bersilaturahim dan berkolaborasi. (Den/bagus)