LAZ UCare Indonesia Jalin Kolaborasi dengan Stakeholders Kota Bekasi

LINGKARBEKASI.COM – Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Lembaga Amil Zakat (LAZ) UCare Indonesia Kota Bekasi bisa dikatakan sukses yang berlangsung di lantai enam Hotel Harris Summarecon, Bekasi Utara, Jawa Barat.

Agenda yang menghadirkan para tokoh dan stakeholder dari Kota Bekasi dan Provinsi Jawa Barat ini berlangsung pada Rabu (22/12/2021), menggandeng relawan paguyuban Abang Mpo Kota Bekasi, Dimas Eldin Saputra sebagai MC pembawa acara.

Hadir dalam agenda kali ini perwakilan dari Pemerintah Kota Bekasi yang diwakili oleh ASDA 2, Sudarsono, Kabag Kessos Pemkot H.Nasro, DR.Chotib selaku perwakilan dari Kemenag Kota Bekasi, juga hadir perwakilan dari Baznas Kota Bekasi dan Baznas Provinsi diwakili oleh H. Ahmad Ridwan.

Direktur Lembaga Amil Zakat (LAZ) Ucare Indonesia, Anwar Mughni mengatakan bahwa penyelenggaraan Raker Tahunan ini adalah dalam rangka Menyusun RKAT tahun 2022.

Dengan mengambil tema “Membangun Kebersamaan dalam Mewujudkan Masyarakat yang Sehat, Cerdas dan Mandiri”. Tak hanya itu dalam raker tahunan ini juga ditetapkan renstra untuk lima tahun kedepan yaitu tahun 2022 hingga 2026.

Anwar Mughni berharap agar hasil dari raker ini dapat memberikan beberapa program yang dibutuhkan masyarakat.

“Pada 2022 mendatang ada program unggulan yang akan diusung, pertama kesehatan kami menargetkan ada beberapa pelayanan maksimal kepada masyarakat. Begitu juga dengan pendidikan kami ingin lebih hadir pada masyarakat untuk meningkatkan pendidikan di Kota Bekasi,” ujar Pria yang akrab dipanggil Anwar tersebut.

“Dan yang lain adalah program kemandirian, yang diejawantahkan pada program community development. Hal ini bagaimana membangun perekonomian lingkungan yang kami sebut dengan RW Jawara,” tambahnya.

Dengan adanya Raker ini, tentu ia mengacu pada aturan yang telah ditetapkan oleh undang-undang agar setiap LAZ membuat program untuk tahun yang akan datang.

Direktur LAZ UCare tersebut menyampaikan bahwa hasil Raker dari lembaganya menyepakati target yang akan dicapai penghimpunan sebesar 25 Milyar.

“Mengapa kami berani? Karena ini sejalan dengan platform digital yang kami miliki yakni ‘Bantu Sesama’ yaitu sebuah platform yang telah kami siapkan untuk galang dana secara online,” tukasnya.

Dan ia juga berharap selain target penghimpunan, pihaknya juga akan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai mitra dan menguatkan kerjasama dengan mitra yang sudah dimiliki.

“Mohon do’a dari seluruh masyarakat agar bisa mencapai target tersebut,” imbuhnya.

Perwujudan kolaborasi tersebut dimulai dengan mengundang berbagai stakeholder di Kota Bekasi yang menurutnya adalah para pemangku kepentingan pada urusan zakat di Kota Bekasi. Sehingga hal ini dapat membantu untuk memberikan arahan tentunya dari stakeholder untuk mengoptimalkan potensi zakat untuk pembangunan yang berkelanjutan di Kota Bekasi.

“Tentu perlu sinkronisasi dan kebersamaan yang selaras dengan visi-misi Kota Bekasi, kehadiran ASDA 2 Bapak Sudarsono memberikan paparan terkait peran LAZ dalam membangun Kota Bekasi yang selaras dengan visi misi Kota Bekasi. Dan para tokoh yang memberikan ilmu serta masukan seperti Wakil Ketua MUI Kota Bekasi, Baznas Kota Bekasi dan Provinsi semakin meningkatkan pengayaan kepada LAZ UCare dalam agenda raker kali ini,” terangnya.

“Selain itu pula kami akan terus menebar sinergi yang telah kami laksanakan pada saat ini berupa diantaranya organisasi sosial kemasyarakatan mulai dari karang taruna, HIPMI, dan forum-forum RW dan Dinas Sosial Kota Bekasi serta yang lainnya dalam upaya membangun Kota Bekasi,” pungkasnya.

Pembekalan terakhir di isi dari Baznas Provinsi Jawa Barat dengan tema Mengukur Kesehatan OPZ melalui ZCP Zakat Core Principle. Ahmad Ridwan mengingatkan bahwa, organisasi pengelola zakat itu harus 3A, Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI. Standar ini harus dapat dicapai dengan berbagai turunan program yang harus masuk dalam perencanaan, ujarnya. (Denis)