Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Relawan Kolaborasi Bersihkan Sampah Pantai Geopark Ciletuh

LINGKARBEKASI.COM – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2022 relawan kemanusiaan dan lingkungan Teladanku bersama LAZ Jariyahku, Muda Berdaya, Bank Sampah Rakyat Ciracap dan Karang Taruna Desa Mandrajaya menggelar aksi bersih-bersih sampah disepanjang pantai Geopark, Cileutuh, kabupaten Sukabumi, Jum’at (25/2/2022).

Direktur Bank Sampah Rakyat Ciracap Asep menyatakan pihaknya sangat terpanggil dengan kondisi saat ini dalam memperingati HPSN 2022. “Kami ingin coba angkat dan gali saat ini adalah keadaan sampah di pantai. Padahal Geopark Ciletuh Ini dianggap bagus di keindahannya, di UNESCO-nya.
Padahal kenyataannya realisasinya seperti ini, hari ini sampahnya sangat luar biasa banyak. apalagi ketika datang musim angin barat sampai hampir tidak terkelola itu,” katanya Jumat (25/2/2022).

Pihaknya saat ini intinya mengharapkan kepedulian dari semua pihak khususnya pemerintah dan masyarakat agar peduli mengelola sampah. “Dengan momen ini kita kurangi sampah, bagaimana caranya sosialisasi kepada masyarakat di kabupaten atau kota di wilayah kita untuk kelola sampah dari sumbernya di rumah nanti, kita akan cek di wilayah sekitar pantai bagaimana dan ada teman-teman yang memang setiap hari di sini,” ujarnya.

Asep menyatakan ketika terjadi angin barat dalam setahun kurang lebih 4 bulan sampah akan membanjiri wilayah pantai Geopark ini. Dan hal itu pasti menganggu para wisatawan yang berkunjung. Dalam kurun waktu dua sampai tiga hari proses pembersihan manual oleh tim karang taruna dan masyarakat setempat biasanya terdata sampai kurang lebih 2 ton sampah berhasil dikumpulkan. “Menurut data yang kami dapatkan bersama karang taruna itu kurang lebih 2 ton dalam waktu dua sampai tiga hari itu,
Kita dapat bayangkan selama 4 bulan angin barat itu,” katanya.

Selain soal kenyamanan pengunjung soal keindahan pantai, Asep juga mengkhawatirkan nasib ekosistem biota laut yang tercemari sampah.

“Banyak pengunjung yang merasa kurang puas dengan view-nya yang seperti ini kemudian ekosistem biota laut itu yang terpenting menjaga kelestarian hewan biota laut di Geopark ini terancam punah karena banyaknya sampah,” katanya.

Oleh karena itu dirinya berharap aksi peduli sampah tidak hanya dilakukan masyarakat dan karang taruna setempat, tapi adanya kepedulian dari pemerintah setempat sehingga kolaborasi menjaga keindahan kelestarian pantai Geopark bisa terwujud karena masalah sampah adalah tanggung jawab bersama.

“Ketika kita bisa kolaborasi kita serasi. Kalau kita bersama kita juara.
Mudah-mudahan kita bisa bergerak bersama peduli sampah. Kelola sampah.
Sehingga tidak terbuang ke sungai ke pantai. Supaya kelestarian ekosistem tetap terjaga,” tutupnya.

Sementara itu, ketua Karang Taruna desa Mandrajaya, Mochamad Yusuf mengaku kendala yang ia hadapi saat membersihkan pantai adalah keterbatasan tempat sampah, armada pengangkut sampah, alat babat rumput, dan pengangkut sampah ke tempat sampah. Oleh karena itu dirinya berharap bantuan dari pemerintah setempat.

“Saya mengajak para pemuda dan pemerintah setempat agar semua lebih bijak kelola sampah sehingga kelestarian lebih terjaga,” katanya.

Setiap hari Kamis, Karang Taruna Mandrajaya yang berjumlah 20 orang, memang rutin membersihkan pantai. Namun karena keterbatasan alat dan SDM, pembersihan sampah Pantai Geopark sering kali masih belum optimal. (Denis)