Digusur dari ketua DPRD Kota Bekasi, Chairoman Legowo

LINGKARBEKASI.COM – “Kaizen dan Continous Improvement” Jadi pembeda di pergantian Ketua DPRD Kota Bekasi. Ketua DPD PKS Kota Bekasi, Heri Koswara menuturkan bahwa pergantian Ketua DPRD Kota Bekasi dari PKS merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi.

Proses pergantian pimpinan DPRD Kota Bekasi dari fraksi PKS merupakan tindak lanjut atas Surat Keputusan yang telah diterbitkan oleh DPP PKS yaitu SK No:191/SKEP/DPP-PKS tertanggal 10 Februari 2022/ 09 Rajab 1443 H, tentang Perubahan Komposisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi. Dalam poinnya, perubahan penugasan meliputi ketua DPRD Kota Bekasi, pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan Ketua Fraksi PKS.

“Surat keputusan tersebut sudah disampaikan kepada pimpinan DPRD kota Bekasi melalui DPD PKS Kota Bekasi sebagaimana disampaikan dalam surat nomor 168/K/AJ-24/1443 tertanggal 23 Februari 2022, perihal pergantian penugasan personil dan telah ditindaklanjuti oleh DPRD Kota Bekasi dalam rapat Bamus tertanggal 1 Maret 2022 untuk diproses lebih lanjut sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ujar Heri Koswara.

Ketika ditanya pergantian Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman Joewono Putro apakah terkait dengan kasus korupsi yang menjerat Wali Kota Bekasi Non Aktif Rahmat Effendi, ia menjawab diplomatis.

“Pimpinan dewan itu termasuk AKD, sama dengan ketua komisi, artinya memang tidak ada yang luar biasa, tapi biasa saja. Dari sudut aturan, ini adalah hak partai untuk menempatkan siapa kader yang diberikan amanat untuk menempati pimpinan tadi. Ini tour of duty saja,” tambahnya.

Prinsip perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) telah menjelma menjadi salah satu tagline PKS saat ini yang disederhanakan menjadi jargon: ayo lebih baik, Sehingga perubahan dan dinamisasi organisasi merupakan kelaziman dalam tubuh PKS jika hal tersebut dibutuhkan untuk peningkatan capaian kinerja yang lebih baik lagi

“Ini adalah sebuah konsekuensi dari PKS partai yang ingin menjadi lembaga yang modern, sehingga rotasi, dinamisasi dan pergantian itu sesuatu yang biasa saja, ini continous improvement,” kata Heri Koswara.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa dalam tubuh PKS, tidak ada kader yang menonjol dan tidak ingin mencetak figuritas. PKS telah mulai membangun sebuah sistem manajemen partai yang mandiri, solid dan kuat sehingga tidak perlu bergantung atau menyandarkan hanya pada personil, figur tertentu dalam menjalankan program dan prosesnya.

“Sehingga yang dijadikan kekuatan partai adalah ide dan gagasan, bukan figuritas, sehingga amanah itu bisa berganti kapan saja yang penting sistem sudah berjalan, PKS tidak akan tergantung pada figur dan tidak akan menciptakan figuritas,”tukasnya.

Dalam konferensi pers yang digelar di Kantor DPD PKS Kota Bekasi tersebut, hadir juga Chairoman Joewono Putro dan calon ketua DPRD Muhammad Saifudaullah. Ketika diberi kesempatan menjawab pertanyaan wartawan, Chairoman menegaskan bahwa pergantian ini adalah hal biasa dalam PKS dan sebagai bentuk penyegaran. Lulusan Jepang ini juga menegaskan tentang Continous Improvement dan Kaizen, dua istilah yang lazim dipakai di dunia industry yang berkiblat ke Jepang.

Kaizen merupakan istilah dalam bahasa Jepang yang bermakna “perbaikan berkesinambungan”. Filsafat kaizen berpandangan bahwa hidup kita hendaknya fokus pada upaya perbaikan terus-menerus.