Pemkot Bekasi Pastikan Stok Bahan Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idul Fitri

LINGKARBEKASI.COM – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Teddy Hafni menyatakan Pemkot Bekasi dalam menghadapi bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri memastikan seluruh persiapan dan ketersediaan kebutuhan sembilan bahan pokok dan pangan sudah aman.

“Semalam kami sudah melakukan zoom meeting dengan RW sekota Bekasi dalam acara Mas Tri sapa warga, saya dengan Disdagperin, Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) dan Dinas UKM. Intinya memastikan ketersediaan pangan di kota Bekasi sesuai dengan informasi dari Bulog dan juga hasil pengecekan ke lapangan termasuk pabrik minyak goreng. Kita juga sudah melakukan peninjauan bersama Kapolres Bekasi kota ke gudang daging yang berada di Bojongmenteng bahwa kota Bekasi siap,” ujarnya, Jum’at (1/4/2022).

Persediaan pangan di kota Bekasi hingga H+30 lebaran masih ada di semua pasar tradisional di kota Bekasi, katanya.

Selain itu, sebagai bentuk antisipasi mulai tanggal 4 April dalam rangka untuk membantu masyarakat, pemkot Bekasi menggelar pasar murah bekerjasama dengan Bulog, ritel dan mini market yang berada di wilayah masing-masing mengadakan barang-barang kebutuhan masyarakat hingga -10 hari menjelang lebaran di seluruh kecamatan yang diawali pembukaannya di kecamatan Jatisampurna dan selanjutnya keliling di seluruh wilayah.

Pemkot Bekasi hanya menyiapkan sarana tempatnya saja, namun ketersediaan barangnya dibantu oleh unsur lain yakni dari Bulog, Ritel dan para pengusaha mini market yang ada di kota Bekasi dengan menjual paket sembako murah guna membantu masyarakat.

Dalam rangka menyambut bulan suci ramadan pemerintah kota Bekasi, kata Teddy juga terus hadir membantu masyarakat terutama mereka yang terdampak pandemi Covid-19 juga mendorong kepada para pengusaha untuk bisa kembali melakukan kegiatan usahanya meski masih dalam situasi Covid-19.

Kedua belah pihak diuntungkan karena adanya transaksi antara pembeli dan penjual, dan masyarakat bisa membeli barang dengan harga murah namun tetap berkualitas. Oleh karena itu daya beli masyarakat juga menjadi perhatian penting Pemkot Bekasi saat kondisi pandemi.

Selain menghadirkan barang-barang yang murah terjangkau masyarakat, langkah-langkah yang dilakukan pemkot Bekasi menghadapi Ramadan dan lebaran adalah bekerjasama dengan dinas terkait ketahanan pangan karena mereka yang mempunyai kewenangan dan laboratorium, bagaimana kita melindungi masyarakat dan konsumen dari barang-barang yang tidak berkualitas, kadaluarsa ataupun tidak halal, kita melakukan pemeriksaan barang-barang yang beredar di kota Bekasi.

Kedua, salah satu fungsi meteorologi bagaimana kita melakukan pengukuran timbang (tera), jadi tidak hanya berkualitas dan halal tapi juga timbangannya harus benar jangan sampai masyarakat dirugikan.

Ketiga hal inilah yang kita tonjolkan yakni barang berkualitas, layak dan nilai timbangannya tidak berkurang.

Setelah kita menghadapi pandemi Covid-19 selama kurang lebih 2 tahun ini perekonomian masyarakat sudah bergeliat kembali, apalagi Pemkot Bekasi sudah memberikan kelonggaran terkait kegiatan ekonomi masyarakat yang awal-awal ditutup kemudian berkembang menjadi dibolehkan hanya 25 persen, lalu berkembang lagi menjadi 50 persen hingga sekarang sudah bisa 75 persen

Tentunya hal ini adalah merupakan perkembangan yang semakin membaik, di mana pemerintah tetap hadir dan melindungi masyarakat terutama terkait kesehatan dan memberikan regulasi yang memudahkan masyarakat untuk kembali berusaha. “Waktu jam operasional sekarang sudah diperbolehkan hingga jam 21.00 malam di toko-toko dan juga di mal-mal, pasar-pasar juga sudah normal kembali. Namum demikian perlu juga didampingi oleh petugas kesehatan, bagaimana agar kegiatan ini tetap eksis namun perlindungan terhadap protokol kesehatan tetap dijaga. (Denis)