Ketua DPRD kota Bekasi Sidak SMPN 6 Pondokgede

LINGKARBEKASI.COM – Jumat, 5 Agustus 2022, HM.Saifuddaulah, Ketua DPRD Kota Bekasi kembali melakukan kunjungan dadakan ke Sekolah Menengah Negeri, kali ini ke SMPN 6 Pondok Gede.

Sekolah yang masih hangat menjadi berita media karena kasus pelecehan seksual yang mengundang keprihatinan berbagai pihak termasuk Saifuddaulah, wakil rakyat dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera dari daerah pilihan Pondok Gede dan Pondok Melati.

“Tersedianya CCTV di lingkungan sekolah masih kurang dan perlu ditambah, termasuk di perpustakaan dan lokasi yang rawan terjadinya potensi perbuatan pelecehan termasuk ruang kelas. Hal ini akan sangat membantu dalam upaya pengawasan, khususnya pimpinan sekolah terkait proses belajar mengajar yang terkoneksi ke ruang pimpinan sekolah dan juga berfungsi sebagai alat komunikasi,” ungkap saifuddaulah

Didampingi Yayat, kepala SMPN 6 meninjau beberapa ruang dan sarana prasarana di sekolah yang baru 6 bulan bertugas di sekolah negeri yang menjadi salah satu favorit pilihan masyarakat khususnya di Pondok Gede ini.

“Layar monitor tidak ada di ruang kepala sekolah padahal ini sangat urgent, termasuk juga di ruangan pimpinan sekolah dan ruang guru,” tambah Saifuddaulah.

“Sebenarnya kondisi yang perlu mendapat perhatian di sini tidak hanya terkait sarana prasarana, tetapi juga kurangnya tenaga guru, apalagi dengan banyaknya guru yang sudah memasuki masa purna tugas,” ungkap Yayat, “saat ini ,kami hanya memiliki 1 guru olahraga untuk semua rombel mulai kelas 7 hingga 9,” tambah Yayat.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi sekolah, Saifuddaulah menyampaikan harapannya, “kepala sekolah, para guru serta tenaga Administrasi sekolah, agar kejadian yang menimpa di SMP 6 tidak terulang lagi,tak dipungkiri hal tersebut bisa terjadi dari minimnya pengawasan dan keterbatasan SDM khususnya guru sehingga kurangnya pengawasan, untuk itu perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan intensif oleh pimpinan sekolah baik kepada guru, para pegawai sekolah dan juga siswa agar atmosfer pendidikan dapat terbangun dan terjaga sehingga para siswa maupun guru merasakan kenyamanan dan keamanan dalam mengikuti proses belajar mengajar,” ujarnya.

“Dengan demikian tujuan proses pendidikan dapat tercapai sebagaimana yang telah diamanahkan dalam peraturan perundangan, baiknya mutu pelayanan pendidikan penting guna melahirkan generasi harapan Bangsa dan Negara yang dicita-citakan dan diamanahkan dalam pembukaan UUD 1945,” tambahnya.

Pada awak media Saifuddaulah mengomentari sarana prasarana pendidikan perlu dibenahi dan dipenuhi untuk mewujudkan atmosfer pendidikan yang baik dan kondusif. Jumlah rombel yang ada dengan daya tampung siswa perlu disesuaikan dengan peraturan yang berlaku guna mewujudkan pelayanan pendidikan yang bermutu termasuk rasio guru dengan siswa.

Sebagaimana disampaikan Yayat, kepala SMPN 6 bahwa saat ini sudah menyiapkan 3 kelas tambahan untuk siswa baru yang masuk daftar tunggu, diperkirakan akan ada 11 rombel untuk kelas 7 di tahun ajaran ini, kami maksimalkan ruang yang ada termasuk laboratorium sebagai ruang kelas,” tukas yayat.(RW)