Puncak Hari Koperasi ke 75, Dewan Anim Sebut Harus Jadi Tonggak Sejarah

 

LINGKARBEKASI.COM – Wakil Ketua 1 DPRD Kota Bekasi Anim Imamuddin menegaskan, moment Hari Koperasi ke 75 harus dilihat sebagai tonggak sejarah pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

“Dihari koperasi ke 75, bahwa kita ini harus terinspirasi koperasi berdiri di Jabar 1946 kongres koperasi pertama di Tasikmalaya oleh bung Hatta. Sehingga kita sebagai warga Jabar harus terinspirasi itu,” tegas disela acara puncak Hari Koperasi ke 75 tingkat Kota Bekasi yang diselenggarakan oleh Dekopinda berlangsung dilapangan Plaza Pemkot Bekasi, Ahad (14/8).

Menurutnya, kongres koperasi pertama di Jawa Barat itu harus terus digelorakan semangatnya agar koperasi semakin maju. “Koperasi itu membebaskan masyarakat dari rentenir, karena bunga bisa 20 persen. Dan kalau di koperasi status mereka anggota bunga pinjamannya 1,5 persen. Jadi kalau pinjam Rp 1 juta di koperasi bayar perbulannya Rp 15ribu. Sedangkan di rentenir pinjam Rp 1 juta bayarnya Rp 200ribu,” jelas Anim.

Anim yang juga tokoh koperasi di Kota Bekasi itu mengingatkan, perbandingan bunga pinjaman antara di rentenir dan koperasi sangat jauh berbeda. Sehingga sebenarnya, perbandingan bunga pinjaman itu bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain.

“Karena bunga pinjaman di koperasi 1,5 persen, jadi bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lebih luas. Beda dengan rentenir, ibaratnya habis untuk bayar bunga pinjaman,” papar Anim yang juga Ketua Umum Koperasi Pasar (Koppas) Kranggan.

Anim yang juga mantan Ketua Dekopinda Kota Bekasi tiga periode sejak 2005 – 2020 menekankan, agar pelaku operasi selalu bersinergi dengan pemerintah. Baik itu kepentingan pendampingan maupun bantuan dana bergulir penyertaan modal usaha. “Ini tentunya koperasi harus bertransformasi, agar membuat kemajuan untuk pelaku UMKM,” tutur Anim. (ADV/PARLEMENTARIA)