Lapas Cikarang Terima Distribusi Buku Dari Perpustakaan Nasional Untuk Warga Binaan

LINGKARBEKASI.COM – Kabupaten Bekasi – Lapas Cikarang menerima Bantuan Buku Siap Layan dari Perpustakaan Nasional RI yang sebelumnya Lapas Cikarang telah bersurat kepada Lembaga Perpustakaan Nasional RI,ini di lakukan guna menciptakan cinta membaca pada warga binaan.

Bertempat di salah satu ruang lapas kelas IIA cikarang,Kedatangan Bantuan Siap Layani di sambut langsung oleh Kalapas dan diserahterimakan langsung oleh Plh. Kasi Binadik didampingi oleh Kasubsi Bimkemas dan Pejabat dari Tata Usaha.

Adapun buku yang diterima dari Perpustakaan Nasional RI tentu akan dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai bentuk pemenuhan Layanan terhadap WBP serta meningkatkan Literasi WBP.

Sedangkan penerimaan Buku dari Perpustakaan Nasional Sebanyak 1000 Exemplar dengan Judul Buku yang bervariasi seperti Buku Keagaamaan, Agraris, Agrobisinis, Kesenian, Intelektual dan lain sebagainya yang di sebar ke Seluruh Blok Hunian di lapas tersebut.

Adapun penempatan buku – buku tersebut di berikan ada Blok A (Arjuna) sebanyak 185 Buku,Blok B (Bima) sebanyak 185 Buku,Blok C (Yudhistira) sebanyak 194 Buku,Blok D (Nakula) sebanyak 185 Buku, Blok Wanita sebanyak 22 Bukudan Ruang Kegiatan Kerja (Giatja) sebanyak 43 Buku serta Blok Dapur sebanyak 1 Buku

Buku-buku yang telah didistribusikan di tempatkan di Pojok Baca di seluruh Blok Hunian yang telah disediakan, Pojok Baca Blok Hunian Merupakan Inovasi terbaru Lapas Cikarang pengembangan dari Inovasi Bajaj Perputakaan Lapas Cikarang (BAPER)

Selain Warga Binaan dapat membaca di Pojok Baca yang telah di sediakan, Buku juga dapat di pinjam untuk dapat di baca pada kamar-kamar hunian, dengan tercatat dan terdata pada Buku Peminjaman Blok Hunian.

“Diharapkan Penerimaan Bantuan Buku Siap Layan dari Perpustakaan Nasional RI dapat menambah minat Baca WBP Lapas Cikarang dan kebutuhan pelayanan terhadap wbp dapat kami penuhi,” ucap Very Johanes di sela penerimaan ribuan buku baca.

“kami sangat berterima kasih kepada perpustakaan nasional dan kedepannya akan tingkatkan koordinasi antara stakeholders dengan Perpustakaan Nasional,” tandes Veri Johanes. (*)