Komisi III DPRD Kota Bekasi Dorong Pemkot Bekasi Genjot PAD

LINGKARBEKASI.COM – Sebulan menjelang tutup akhir tahum, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi yang berasal dari pungutan pajak baru mencapai 83,66 persen.

Realisasi pendapatan pajak daerah hingga 23 November 2022 baru terkumpul Rp 1,8 triliun rupiah dari target sebesar Rp 2,1 triliun.

Anggota DPRD Kota Bekasi, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai PPP, H. Bambang Supriyadi mengapresiasi usaha yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi meskipun belum mencapai target.

“Bagaimana pun, suka tidak suka kita apresiasi usaha-usaha yang sudah dilakukan. Akan tetapi, kalau bicara target memang belum tercapai. Ini suatu bukti kinerjanya kurang keras, seharusnya SKPD terkait harus bekerja lebih keras lagi,” kata Bambang Supriyadi, ditemui usai paripurna DPRD, Rabu (30/11/2022).

“Kita disini tidak bicara mereka (dinas) tidak bekerja, tapi ini suatu bukti kita harus mendorong lebih keras lagi agar tercapai target-target yang telah ditetapkan. Kita (Komisi III) telah bersinergi untuk membuat terobosan, dan mencari kendala apa kedepan bersama-sama menggali potensi demi meningkatkan PAD Kota Bekasi,” tambahnya.

Selain itu, politisi akrab disapa bang Jibang ini menyoroti penyerapan anggaran yang belum maksimal di jalankan Pemkot Bekasi. Menurutnya seharusnya pemkot Bekasi bisa menyeimbangkan kinerja antara penyerapan anggaran dan pencapaian PAD agar bisa menjalan program-program yang sudah dianggarkan.

“Jadi penyerapan anggaran dan capaian PAD harus balance (seimbang). Jangan sampai capaian PAD bagus, tetapi serapan anggaran tidak maksimal. Kalau terjadi seperti itu (serapan rendah) berarti Pemkot Bekasi tidak bisa menjalankan program yang sudah direncanakan,” tukasnya.

Politisi PPP itu berharap agar penyerapan anggaran bisa maksimal dijalankan. Hal itu dilakukan untuk menghindari terjadi Silpa APBD 2022.

“Bila APBD kita Silpa, apalagi Silpanya besar itu kurang bagus. Itu berarti mengindikasikan Pemkot tidak menjalankan program-program kegiatan yang sudah direncanakan. Pemkot sebenarnya hanya tinggal mengeksekusi program-program yang sudah dianggarkan,” pungkasnya.(RON)