Belajar dari Tragedi, Aktivis Mahasiswa Bekasi Desak Perlindungan Nyawa di Perlintasan

LINGKARBEKASI.COM – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Bekasi menyampaikan duka cita mendalam atas insiden tabrakan antara KRL dan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur pada 27 April 2026. Peristiwa ini menjadi peringatan serius bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan transportasi publik.

ppdb2025

Ketua KAMMI Kota Bekasi, Arjuna Efendi, menyampaikan belasungkawa kepada para korban, keluarga korban, serta masyarakat yang terdampak.

“Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Semoga para korban diberikan kekuatan, kesabaran, dan pertolongan oleh Allah SWT,” ujar Arjuna Efendi.

KAMMI Kota Bekasi menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta dinas terkait harus segera mengambil langkah konkret dan cepat guna mencegah terulangnya kejadian serupa.

“Kami mendesak pemerintah dan dinas terkait untuk segera membangun palang pintu yang layak, menerapkan sistem pengamanan perlintasan yang modern, serta mempertimbangkan pembangunan flyover di titik-titik rawan kecelakaan. Pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada aspek kenyamanan dan kemegahan, tetapi harus mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Menurut KAMMI Kota Bekasi, transportasi publik yang baik tidak hanya ditentukan oleh kecepatan dan kenyamanan, tetapi juga oleh jaminan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan dan penumpang.

Selain itu, KAMMI Kota Bekasi mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perlintasan sebidang di Kota Bekasi, khususnya di wilayah dengan tingkat aktivitas tinggi seperti Bekasi Timur, guna mencegah jatuhnya korban jiwa di masa mendatang.

“Keselamatan rakyat harus menjadi prioritas nyata, bukan sekadar slogan. Jangan menunggu korban berikutnya untuk bertindak,” tutup Arjuna Efendi.