LINGKARBEKASI.COM — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Apartemen Grand Centerpoint, Bekasi, menjadi momentum untuk menghadirkan kebahagiaan bagi sesama. Sebanyak 200 anak yatim dan warga prasejahtera menerima paket bantuan dan dana santunan dalam kegiatan yang digelar Sabtu (5/9/2026).

Bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Grand Centerpoint, Maulid Nabi tidak semestinya berhenti sebagai agenda seremonial. Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW justru perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial, semangat berbagi, dan upaya menjaga kedamaian di tengah masyarakat yang beragam.
Ketua DKM Masjid Grand Centerpoint, Agus Supriyono, MM, mengatakan semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama yang ingin dibangun melalui kegiatan Maulid Nabi tahun ini.
“Kehidupan di hunian vertikal memiliki dinamika dan latar belakang penghuni yang sangat beragam. Melalui momentum Maulid ini, kami ingin menegaskan bahwa masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah ritual, tetapi juga pusat syiar yang menebarkan pesan damai, kepedulian sosial, dan semangat menjaga harmoni di tengah keberagaman,” ujar Agus.
Menurut Agus, lingkungan apartemen merupakan ruang bersama yang dihuni masyarakat dengan latar belakang berbeda. Karena itu, masjid memiliki peran penting dalam membangun hubungan sosial yang sehat melalui kegiatan keagamaan sekaligus sosial kemasyarakatan.
“Intinya adalah bagaimana nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dapat kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dengan memperhatikan saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Berbagi untuk Mempererat Persaudaraan
Kegiatan santunan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut. Sebanyak 200 penerima manfaat mendapatkan bantuan sebagai bentuk kepedulian DKM dan lingkungan Grand Centerpoint terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara material, tetapi juga menjadi pesan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama.
Ketua Pembina DKM Masjid Grand Centerpoint, Aji Ali Sabana, menegaskan bahwa semangat berbagi juga dapat menjadi jembatan untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman.
“Kerukunan antarumat beragama di hunian vertikal adalah fondasi utama kenyamanan. Kegiatan hari ini membuktikan bahwa semangat berbagi dan toleransi mampu menyatukan perbedaan yang ada,” tegas Aji.
Ia menilai kehidupan di hunian vertikal membutuhkan kesadaran bersama untuk saling menghormati, menjaga komunikasi, dan membangun kepedulian tanpa memandang perbedaan latar belakang.
“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru dengan tenggang rasa dan kepedulian, perbedaan itu bisa menjadi kekuatan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman,” tambahnya.
Dihadiri Berbagai Unsur
Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri perwakilan Wali Kota Bekasi, Ketua MUI, Ketua DMI, Ketua FKUB, perwakilan Kementerian Agama, perwakilan pengelola apartemen, tokoh masyarakat, warga Kota Bekasi, serta para penghuni dan pemilik unit Apartemen Grand Centerpoint.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan, kenyamanan, kondusivitas, dan kerukunan di lingkungan Grand Centerpoint.
Pesan yang dibawa dari kegiatan tersebut pun sederhana, tetapi memiliki makna yang luas: Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga tentang menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan nyata.
Berbagi kepada yang membutuhkan, peduli terhadap lingkungan, menghormati perbedaan, dan menjaga kedamaian menjadi bentuk nyata bagaimana keteladanan Rasulullah SAW dapat terus dihidupkan di tengah kehidupan masyarakat modern.
Dari lingkungan masjid, pesan itu kemudian bergerak lebih jauh—menjadi kepedulian sosial dan ikhtiar bersama untuk merawat kerukunan di tengah keberagaman.



