Cooking Class Chinese Food Halal Batch 4: Dari Hobi, Persiapan Pensiun hingga Pengembangan Bisnis Kuliner

LINGKARBEKASI.COM — Belajar memasak tidak lagi sekadar aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dapur. Bagi sebagian orang, keterampilan memasak juga menjadi investasi ilmu yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun bekal menghadapi masa depan.

ppdb2025

Semangat itulah yang terlihat dalam Cooking Class Chinese Food Halal Batch 4 yang digelar Sabtu, 29 Agustus 2026, di Cluster Cahaya Permata, Durenjaya, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Menariknya, peserta Batch 4 datang dari latar belakang yang cukup beragam. Ada pekerja rumah sakit yang tengah mempersiapkan masa pensiun, calon pelaku usaha, hingga pengusaha UMKM kuliner yang ingin terus meningkatkan kemampuan dan memperluas jaringan bisnisnya.

Di bawah bimbingan Chef Yoyo, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi langsung mempraktikkan teknik memasak Chinese Food Halal secara step by step.

Antusiasme peserta terlihat ketika Chef Yoyo memaparkan teknik memasak secara praktis, cepat dan terukur. Peserta pun berkesempatan melihat langsung bagaimana standar, urutan kerja dan teknik memasak diterapkan untuk menghasilkan hidangan yang konsisten.

Salah satu peserta, Sugianto, merupakan seorang Penata Anestesi di salah satu rumah sakit Pertamina. Ia masih memiliki waktu sekitar empat tahun sebelum memasuki masa pensiun dan selama ini dikenal cukup sering mencoba berbagai peluang usaha.

Menurut Sugianto, mengikuti pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru. Ia bahkan mengaku semula mengira memasak akan menjadi sesuatu yang sulit.

“Alhamdulillah, luar biasa. Ternyata mudah. Saran saya, bagi mereka yang belum pernah mencoba memasak, pelatihan ini rekomendasi banget untuk diikuti,” ujar Sugianto.

Ketika ditanya mengenai rencana membuka usaha setelah mengikuti pelatihan, Sugianto memilih untuk tidak terburu-buru.

“Untuk sementara, ilmu memasak nasi goreng ini saya persembahkan untuk keluarga terlebih dahulu. Konsumsi sendiri dahulu. Kalau sudah lebih percaya diri, baru bisa mencoba usaha,” katanya.

Peserta lainnya, Imam Mujahid, mengikuti kelas dengan tujuan yang berbeda. Ia tengah mencari ide usaha sekaligus ingin mengembangkan keterampilan yang dapat mendukung rencana usahanya di masa mendatang.

Bagi Imam, pelatihan tersebut memberikan perspektif baru karena teknik yang diajarkan Chef Yoyo berbeda dengan cara memasak yang selama ini ia praktikkan di rumah.

“Pertama, saya mendapat ilmu memasak yang sangat berbeda dengan yang saya praktikkan di rumah,” ungkapnya.

Sementara itu, Tauhid Hidayat, pengusaha UMKM sekaligus pemilik brand MWFoods di kawasan Mangunjaya, Tambun, Bekasi, mengikuti pelatihan bukan karena dirinya baru mengenal dunia kuliner.

Tauhid telah menjalankan usaha fried chicken. Namun, ia menyadari bahwa dunia kuliner terus berkembang sehingga kemampuan dan pengetahuan harus terus diperbarui.

Menurutnya, mengikuti Cooking Class Batch 4 justru membuka wawasan baru, terutama mengenai standar operasional prosedur atau SOP, teknik memasak serta pentingnya bekerja secara sistematis.

“Yang pasti saya mendapat mindset baru terkait standar operasional prosedur (SOP), step by step tekniknya, pengetahuan baru dan pengalaman. Dan lebih bersemangat ke depannya untuk ide dan gagasan memulai usaha item baru,” kata Tauhid.

Tidak hanya ilmu, pelatihan tersebut juga memperluas relasinya.

“Relasi saya bertambah. Dengan hadirnya Chef Yoyo, beliau juga bisa menjadi konsultan di usaha yang sudah saya jalani,” tambahnya.

Nasi Goreng dan Peluang Bisnis

Pada awal pelatihan, Chef Yoyo juga memberikan gambaran mengenai potensi bisnis kuliner, khususnya nasi goreng.

Menurutnya, nasi goreng merupakan salah satu menu yang memiliki pasar luas dan terus diminati masyarakat. Karena itu, selain mengajarkan teknik memasak, peserta juga diajak melihat peluang dari sebuah menu sebelum menjadikannya sebagai bagian dari bisnis.

Peserta tidak hanya diarahkan untuk mampu menghasilkan masakan yang enak, tetapi juga memahami proses kerja, konsistensi rasa, efisiensi waktu dan standar penyajian.

Pendekatan tersebut membuat Cooking Class Chinese Food Halal tidak berhenti pada kemampuan memasak semata. Peserta mendapatkan bekal yang dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga sekaligus dikembangkan menjadi peluang produktif.

Chef Yoyo Ajak Ikut Batch 5

Melihat tingginya antusiasme peserta dari berbagai latar belakang, Chef Yoyo mengajak masyarakat umum untuk mengikuti Cooking Class Chinese Food Halal Batch 5.

Menurutnya, kelas memasak terbuka bagi siapa saja, termasuk mereka yang belum memiliki pengalaman memasak, ibu dan ayah rumah tangga, pekerja, calon pelaku UMKM maupun pekerja yang mulai mempersiapkan masa pensiun.

“Belajar memasak bukan hanya supaya bisa memasak. Ini bisa menjadi investasi ilmu untuk masa depan. Ketika suatu saat ingin membuka usaha kuliner, ilmunya sudah dimiliki,” demikian pesan yang disampaikan dalam pelatihan.

Bagi pekerja yang akan memasuki masa pensiun, keterampilan memasak juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk tetap produktif setelah tidak lagi aktif bekerja.

Sementara bagi pelaku UMKM, meningkatkan skill dapat membuka kemungkinan lahirnya menu baru, memperbaiki standar produksi, sekaligus memperluas peluang bisnis.

Cooking Class Chinese Food Halal Batch 5 pun diharapkan kembali menjadi ruang belajar bagi masyarakat lintas profesi—bukan hanya untuk menjadi lebih ahli memasak, tetapi juga untuk membangun kepercayaan diri, memperluas relasi dan menemukan peluang usaha baru.

Karena satu keterampilan yang dipelajari hari ini, bisa menjadi bekal produktif untuk keluarga dan masa depan.