Qadar Ruslan Siregar Nahkodai Kadin Kota Bekasi, Kadin Jabar Dorong Kolaborasi dan Ketahanan Usaha

LINGKARBEKASI.COM – Qadar Ruslan Siregar (QRS) resmi ditetapkan sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bekasi periode 2026-2031 dalam Musyawarah Kota (Mukota) VI Kadin Kota Bekasi.

Dalam forum tersebut, Qadar Ruslan Siregar juga ditunjuk sebagai Ketua Formatur dan diberi mandat memilih empat anggota formatur untuk menyusun kepengurusan Kadin Kota Bekasi periode mendatang.

Ketua Kadin Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, menilai pelaksanaan Mukota VI berlangsung kondusif dan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun proses kepemimpinan organisasi yang solid dan penuh kebersamaan.

Menurut Almer, Kadin Kota Bekasi harus mampu menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah daerah.

“Kadin Kota Bekasi harus membangun kemitraan dengan pemerintah, serta menahkodai dan merangkul seluruh elemen pengusaha yang tergabung dalam anggota luar biasa,” ujar Almer.

Ia juga mengapresiasi bergabungnya berbagai elemen pengusaha dalam Mukota VI sebagai harapan besar Kadin Jawa Barat untuk memperkuat ekosistem usaha di daerah.

Dunia Usaha Hadapi Tantangan Berat

Ketua Organizing Committee (OC) Mukota VI Kadin Kota Bekasi, Aji Ali Sabana, mengatakan musyawarah tersebut merupakan amanat organisasi seiring berakhirnya masa bakti kepengurusan periode 2021-2026.

Selain agenda suksesi kepemimpinan, Mukota VI juga difokuskan pada penyusunan program strategis guna menjaga daya tahan pelaku usaha di tengah tekanan ekonomi global.

“Setelah melalui tahapan pendaftaran sejak 23 Februari hingga 21 April, kami mencatat hanya ada satu bakal calon ketua yang terdaftar. Proses selanjutnya ditentukan melalui persidangan sesuai aturan organisasi,” kata Aji saat acara di Hotel Santika Mega City Bekasi, Kamis (7/5/2026).

Aji menyoroti kondisi ekonomi global yang dinilai berdampak besar terhadap dunia usaha nasional, mulai dari gangguan rantai pasok hingga kenaikan harga komoditas dunia akibat konflik geopolitik internasional.

Menurutnya, situasi tersebut membuat banyak perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK), demi mempertahankan keberlangsungan usaha.

“Dunia usaha sedang berat. Kadin harus mampu mengambil langkah strategis agar para pelaku usaha tetap bertahan. Kami berharap pemerintah terus memberikan insentif fiskal, kemudahan regulasi, dan perizinan agar dunia usaha bisa kembali bernapas,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya hubungan timbal balik yang saling menguntungkan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha demi menjaga stabilitas ekonomi Kota Bekasi.

Pemkot Bekasi Dorong Kolaborasi Nyata

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, yang hadir dalam pembukaan Mukota VI, mengapresiasi semangat persatuan yang ditunjukkan para pengusaha di Kota Bekasi.

Menurutnya, kepengurusan Kadin Kota Bekasi yang baru diharapkan mampu menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam mendorong pembangunan daerah.

“Kami mengapresiasi keberanian para pengusaha. Saat ini mereka sudah bersatu dan memiliki semangat kebersamaan. Ini penting agar kolaborasi antara pemerintah dan Kadin benar-benar tertanam,” ujar Harris.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Bekasi berencana segera membangun komunikasi intensif dengan kepengurusan Kadin yang baru untuk merumuskan program pembangunan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha.

“Kami ingin berbicara tentang bagaimana pembangunan Bekasi ke depan. Kolaborasi ini harus nyata dan tertuang dalam program konkret,” tambahnya.

Melalui Mukota VI ini, Kadin Kota Bekasi diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang inklusif dan adaptif, serta mampu merangkul seluruh pelaku usaha mulai dari UMKM hingga industri besar demi mempercepat pemulihan ekonomi daerah di tengah ketidakpastian global. (PA)

Whatsapp Share Post Telegram
Exit mobile version