Rumah Infaq Santuni 100 Anak Yatim dan Janda Kampung Jati

LINGKARBEKASI.COM -Jakarta – Lembaga Sosial Nasional Rumah Infaq yang berkantor pusat di kawasan bisnis Metland Tambun, Kabupaten Bekasi memberikan santunan kepada 100 orang anak yatim di Aula Majelis Taklim Daarussurur, kelurahan Kampung Rambutan, kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Ahad (2/6/2019).

ppdb2025

Ratusan anak-anak yatim ini disantuni oleh Rumah Infaq berkat dukungan para donatur. Mereka adalah anak-anak yang sudah tidak lagi merasakan kasih sayang karena sudah ditinggal oleh kedua orangtuanya dan harus tetap kuat dalam menghadapi kesulitan hidup.

Ini merupakan kegiatan santunan kedua kalinya yang diadakan oleh Rumah Infaq dalam rangka menyantuni anak-anak yatim dan janda janda miskin. Selain itu Rumah Infaq juga melaksanakan berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sebelumnya Rumah Infaq menggelar acara yang pertama di kawasan Metland Tambun, kabupaten Bekasi. Sehingga total penyaluran bantuan yang diberikan sebanyak 300 anak yatim selama ramadhan 1440 hijriyah tahun ini.

Pembina Rumah Infaq Ustadz Yusman Dawolo, M.Kom.I dalam sambutannya menyatakan anak- anak yatim tidak boleh lagi takut, karena lembaganya bersama para donatur siap menjadi orangtua asuh.

“Anak-anak yatim jangan takut, saat ini saya dan para donatur siap menjadi orangtua bagi kalian semua. Karena kami yakin, kalian adalah anak-anak yang sangat spesial di sisi Allah Swt,” ujarnya di hadapan ratusan anak yatim yang hadir.

Acara ini juga menghadirkan aktor Film Ketika Cinta Bertasbih, yang kini sering juga berperan di berbagai sinetron, Cholidi Alam. Cholidi berpesan, status yatim tidak boleh menjadikan anak-anak ini rendah diri dan takut meraih mimpi, “justru keadaan saat ini harus menjadi pelecut untuk tetap semangat meraih cita-cita setinggi mungkin.” ujarnya.

Rumah Infaq saat ini mempunyai program membangun 1000 masjid se Indonesia. Menurut Yusman Dawolo, masjid sebagai pusat pembangunan umat, jika penerapan seperti itu dilakukan di seluruh masjid yang ada di negeri ini maka umat Islam kuat dalam segala aspeknya, aspek akidah, ilmu, ekonomi dan pendidikannya.

Hal tersebut juga pernah dicontohkan langsung oleh Rasulullah dalam membangun peradaban Islam yang bertolak dari masjid. Hijrahnya rasul dari mekkah ke madinah yang pertama kali dibangun adalah masjid dan seluruh aspek tadi juga lahirnya dimulai dari masjid pada awalnya.

Untuk itu Rumah Infaq berusaha membangun masjid di seluruh Indonesia karena masjid adalah jantungnya masyarakat umat Islam, jika tidak ada masjid yang makmur, maka pertanda rusaknya bangunan sosial masyarakatnya.

“Ada masjidnya saja tapi tidak dimakmurkan masjid itu juga tanda-tanda di lingkungan masjid itu ada kerusakan, kemaksiatan dan kejahatan, apalagi tidak ada masjid bisa dibayangkan keadaanya. Itulah sebabnya Rumah Infaq mempunyai program pembangunan seribu masjid se Indonesia,” terangnya.

Sejak tahun 2014 Rumah Infaq sudah berhasil membangun 8 masjid dan puluhan masjid yang berhasil dibantu pembangunannya. Misalnya masjid Al Furqon di Nias, Jamiul Umat di NTT, masjid Al Aqsho di Maluku, Masjid Al Mujahadah di Kalimantan Barat dan lainya yang sudah dibangun Rumah Infaq dalam 5 tahun terakhir.

Dalam kesempatan ini juga ustadz Yusman Dawolo mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk bersama sama membangun rumah di surga dengan cara membangun rumah Allah di bumi.

Acara ini ditutup dengan penyerahan bingkisan dan santunan dan foto bareng bersama dengan anak-anak yatim. (nis)