LINGKARBEKASI.COM — Ramangsa Institute mengadakan Fokus Group Discussion dan Rilis Hasil Survei mengenai persepsi publik tentang kepemimpinan kota bekasi selanjutnya. Agenda ini mengangkat tema “Kaum Milenial dan i-Generation Bicara Kepemimpinan Kota Bekasi” yang digelar pada Jumat (23/09/2022) di Cafe Literacy Coffee, Kota Bekasi.
Direktur Eksekutif Ramangsa Institute Maizal Alfian menyatakan kegiatan yang digelar untuk mengetahui persepsi masyarakat mengenai pemimpin Kota Bekasi saat ini dan selanjutnya.
“Rilis ini menyajikan hasil survei regional Kota Bekasi tentang persepsi masyarakat terkait pemimpin masa depan menjelang Pemilu 2024. Hal ini memotret karakteristik pemilih, kriteria tokoh dan wacana program yang sesuai persepsi masyarakat,” kata Alfian saat di wawancarai.
Ia menambahkan proses penelitian yang dilakukan dengan tim hingga mendapatkan data tentang persepsi dan keinginan masyarakat tentang sosok walikota selanjutnya.
“Jadi survei yang dilakukan merupakan sebuah penelitian kuantitatif yang mampu memberikan gambaran tentang persepsi masyarakat dengan menguji beberapa sampel/responden dari 1,680,000 pemilih. Perhitungan sampel menggunakan rumus slovin dengan margin error 7% dan didapat sampel 205 responden masyarakat Kota Bekasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Ketum HMI Bekasi Khaqim Nurjawahir memberikan pendapat tentang kepemimpinan Kota Bekasi mendatang, dirinya menilai generasi Milenial dan Gen Z lebih menyukai pemimpin yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat atau rakyatnya.
“Generasi Milenial dan Gen Z lebih senang dengan pemimpin yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menunjang kreativitas berkelanjutan dari pada hal-hal pragmatis sesaat,” ucap Khaqim.
Selain itu Presma Universitas Bhayangkara Jaya Farhan menyatakan, sosok pemimpin Kota Bekasi mendatang haruslah pemimpin yang ideal dalam setiap sektor serta berintegritas untuk terhindar lagi dari permasalahan korupsi. Tidak lupa pemimpin Kota Bekasi juga harus mampu memperhatikan aspek keamanan masyarakatnya dengan mengotimalkan kualitas CCTV Kota dan keamanan digital lainnya.
“Saya menilai untuk kepemimpinan Kota Bekasi mendatang adalah pemimpin yang ideal dari segala sektor, dan Pemimpin saat ini juga harus lebih memperhatikan keamanan Kota dan dunia digital sehingga terciptanya kenyamanan oleh masyarakat Kota Bekasi,” ujar Farhan.
Ditambah pula dari kalangan Akademisi dan Peneliti Aliy Rasyid mengatakan sosok pemimpin mendatang harus mampu fokus kepada sektor SDM dan Ekonomi, ia menyatakan project grand desain pembangunan Kota Bekasi yang belum jelas arah dan implementasinya.
“Sampai saat ini saya belum jelas melihat arah grand design pembangunan Kota Bekasi diantaranya lingkungan hidup terutama daerah rawan banjir dan menajemen pengelolaan sampah serta limbah yang kurang baik hingga menyebabkan pencemaran lingkungan yang sangat rawan,” jelas Aliy Rasyid.
“Peningkatan training center SDM yang masih belum menyeluruh. Dari sisi ekonomi makro, optimalisasi kinerja BUMD yang belum mencapai profit untuk daerah dalam meningkatkan ketahanan pangan hingga membangun pasar tradisional di Kota Bekasi menjadi trend center ekonomi lokal,” tambahnya.
Proses pengumpulan data yang dilakukan Ramangsa Institute dilaksanakan dari tanggal 1 – 28 Agustus 2022 melalui kuesioner terstruktur (structured interview) dengan menggunakan sistem google form.
Berikut hasil survei yang telah dilakukan oleh Ramangsa Institute:
1. Domisili responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat, lebih banyak diwilayah Bekasi Utara sekitar 24%, selebihnya Bekasi Timur sebanyak 17%, Bekasi Selatan sebanyak 13%. Ini menunjukan tingkat partisipasi masyarakat dalam menentukan kepemimpinan Kota Bekasi.
2. Usia responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat, lebih banyak berumur 17-25 Tahun sekitar 44% yang merupakan i-Generation atau Generasi Z, selebihnya umur 26-33 Tahun Generasi Milenial sebanyak 24%, umur 34-42 Tahun Generasi X sebanyak 13%. Disini terlihat generasi muda yang akan menentukan pilihan dalam memilih kepemimpinan Kota Bekasi selanjutnya.
3. Pekerjaan responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat, lebih banyak didominasi pelajar/mahasiswa sekitar 36%, selebihnya karyawan swasta sebanyak 20%, pekerja lepas sebanyak 16%, wirausaha sebanyak 12%. Hal ini menunjukan bahwa pemilih dari kelompok pelajar atau mahasiswa dan pekerja swasta mulai sadar dalam mengambil peran menentukan kepemimpinan Kota Bekasi.
4. Dalam temuan survei ini terlihat sebanyak 22% masyarakat merasa puas dan 19% sangat puas terhadap kinerja Plt Walikota Bekasi, namun ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Plt Walikota Bekasi tidak dapat dianggap santai karena angkanya mencapai 39%.
5. Responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat terkait background tokoh calon kepala daerah yang diinginkan, lebih didominasi dari sisi profesional seperti dokter, konsultan, guru, teknik dan sejenisnya sekitar 26%, selanjutnya tokoh politik sebanyak 18%, akademisi dan pengusaha masing-masing sebanyak 14%. Data ini menunjukan bahwa Generasi milenial dan Gen Z lebih cenderung menentukan background kepemimpinan dari jenis pekerjaan profesional.
6. Responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat terkait pendidikan ideal calon kepala daerah, lebih didominasi dari strata satu (S1) sekitar 37%, selanjutnya doktoral dan strata dua (S2) masing-masing sebanyak 28%.
7. Responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat terkait referensi pengenalan calon kepala daerah, lebih didominasi dari Medsos sekitar 42%, selanjutnya lingkungan sekitar 32%, portal media (media online) sebanyak 11%. Data ini menunjukan Generasi milenial dan Gen Z dalam kemampuan mereka mengakses teknologi informasi lebih baik dari generasi sebelumnya.
8. Responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat terkait persepsi penting atau tidak nya prestasi calon kepala daerah, lebih banyak berpendapat penting sekitar 95%.
9. Responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat terkait persepsi penting atau tidak nya pengalaman calon kepala daerah dalam memimpin, lebih banyak berpendapat penting sekitar 96%.
10. Responden yang ikut berpartisipasi dalam memberikan pendapat terkait keputusan dalam memilih calon kepala daerah, lebih banyak keputusan sendiri sekitar 98%.
11. Responden yang ikut berpartisipasi, Jika pemilihan kepala daerah Walikota Bekasi dilakukan saat ini maka Tri Adhianto masih unggul dengan elektabilitas sebayak 29%. Diposisi kedua ditempati oleh anggota DPRD Provinsi Jabar Heri Koswara sebanyak 14%, dan ketiga diisi oleh Ade Puspitasari sebanyak 12%, disusul Abdul Harris Bobihoe sebanyak 11%.
Dalam kegiatan ini dihadiri beberapa perwakilan kaum milenial dan i-Generation atau Gen Z yaitu Khaqim Nurjawahir (Ketua Umum HMI Cabang Bekasi), Aliy Rasyid (Akademisi/Peneliti), Rizal Fauzi (Mahasiswa Esa Unggul), Farhan Adnan (Presiden Mahasiswa Universitas Bhayangkara Jaya), Ilham Fadillah dan Afwan Setiawan (Pemuda Pelopor Kota Bekasi).